Senin, 31 Oktober 2016

Istilah dan definisi lingkungan hidup dan ekologi



Lingkungan hidup, adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik
Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.
Definisi Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.
Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an.[2] Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.[2] Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut[2]:
  1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
  2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
  3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Manfaat dan global target teknik lingkungan

Bidang teknik lingkungan menerapkan pemikiran dan teknik serta manajemen untuk memelihara dan melindungi kesehatan dan keselamatan manusia, serta lingkungan secara keseluruhan. Ruang lingkup bidang ini adalah konservasi sumber daya air, pengelolaan lingkungan, pengelolaan kesehatan lingkungan, upaya pengendalian pencemaran, penyaluran limbah dan buangan, pengendalian pencemaran akibat limbah cair, gas dan lumpur (sludge) dan pengelolaan kualitas perairan, tanah, dan atmosfer, serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
Teknik Lingkungan adalah sebuah program studi yang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan pendekatan teknologi. Teknik Lingkungan dijabarkan sebagai pemikiran keteknikan dan keterampilan dalam memecahkan masalah pengendalian lingkungan yang menyangkut penyediaan air minum; sistem pembuangan dan pendaurulangan buangan cair, padat, dan gas; sistem drainase perkotaan dan desa serta sanitasi lingkungan; pengendalian pencemar dan pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara; serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.

Lingkup Teknik Lingkungan

Singkat kata, tugas utama dari insinyur lingkungan adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan melindungi (dari degradasi lebih lanjut), mempertahankan (kondisi sekarang), dan meningkatkan lingkungan. Lingkungan rekayasa adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk lingkungan. Beberapa menganggap teknik lingkungan untuk memasukkan pengembangan proses berkelanjutan. Ada beberapa divisi dari bidang teknik lingkungan.



Rabu, 12 Oktober 2016

MENGENAL DAN MENGOBATI CACINGAN PADA MERPATI



Selamat datang di Blog saya yang sangat sederhana ini, dan semoga artikel yang saya buat pada kesempatan kali ini dapat membantu teman teman semua yang sedang bingung atau khawatir pada merpatinya.

1.      Mengapa kotaran merpati hijau ?
2.      Mengapa merpati kurang nafsu makan ?
3.      Mengapa merpati terlihat murung ?
4.      Mengapa merpati tidak lincah ?
5.      Mengapa merpati banyak minum ?
6.      Mengapa di kotoran merpati ada putih putih kecil ? (seperti beras tetapi lembek dan aneh )
Nah mingkin teman teman ada yang merpatinya mengalami salah satu gejala tersebut ?
            Dari pengalaman yang saya dapat dari merpati saya yang mengalami gejala tersebut adalah merpati sedang terkena cacingan. Tapi tidak semua merpati yang kotorannya berwarna hijau terkena cacingan bisa saja karna makanan yang merpati tersebut makan.
Cacing dalam tubuh merpati dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok sebagai berikut :
Worms (acaridiasis) atau biasa disebut cacing gelang. Berwarna putih dengan bentuk bulat melingkar, ukurannya antara 2 – 5 cm dan biasanya ditemukan di usus kecil. Larva cacing ini dapat menembus dinding usus dan berpotensi mempengaruhi organ-organ vital seperti paru-paru dan hati.

Merpati yang terinfeksi acaridiasis akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Kehilangan selera makan.
  • Merpati terlihat lemah.
  • Bentuk kotoran tidak konsisten.
  • Merpati terus menerus kehausan.
  • Bulu acak-acakan dan buram.
  • Muntah.
  • Parasit dapat dengan mudah dilihat dalam tinja dan bahkan dalam muntahan.
Capillaries, mempunyai panjang antara 9-16 mm, berwana kuning gelap dan cenderung untuk tinggal di usus besar. Mereka sangat kecil dan tipis sehingga hampir mustahil untuk melihatnya dengan mudah.


Merpati yang terinfeksi capillaries akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Mengurus dengan cepat
  • Kotoran berwarna hijau, mencret (diare) hijau
  • Selalu kehausan
  • Bulu kusam
  • Bulu ekor kusut dan biasanya ada noda kotoran berwana kehijauan
Tapeworms atau biasa dikenal dengan sebutan cacing pita. biasanya berbentuk datar dan panjang, panjangnya dapat mencapai 20 cm. Pada bagian depan terdapat mulut yang mempunyai 3 buah bibir dan masing-masing mempunyai gigi yang tajam. Merpati yang terinfeksi cacing pita dalam waktu yang lama akan menyebabkan borok di dinding ususnya. Ini yang menyebabkan pemulihan merpati berjalan perlahan walaupun cacing pitanya sudah berhasil dikeluarkan/dibasmi. Sangat penting untuk segera mengobati merpati apabila muncul gejala terinfeksi cacing pita agar tidak menimbulkan borok/bisul pada ususnya.


Merpati yang terinfeksi tapeworms akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Selalu kehausan
  • Kotoran mencret (diare) dan keras secara bergantian dalam waktu yang singkat
  • Menjadi kurus
  • Bulu-bulunya kusut
  • Merpati terlihat lesu dan tidak bergairah
  • Telur cacing pita terlihat dalam kotoran merpati
Nah untuk membasmi cacing pada merpati, langkah yang saya lakukan adalah melihat kondisi dan gejala yang ada pada merpati, selanjutnya saya beri merpati yang sedang terkena cacingan obat Cacing Exitor.

Langkah 1. Puasakan merpati pada malam hari lalu setelah pagi hari beri obat cacing dengan cara basahi kapsulnya dengan air bersih lalu dilolohkan dan di beri minum air bersih (jika perlu air yang telah direbus lalu didinginkan agar kumannya mati) jika tersangkut di krongkorang merpati akan bersin bersindan jika itu terjadi lolohkan air kedalam mulutnya jika tidak mau minum sendiri.
Langkah 2. Puasakan merpati hingga tengah hari lalu berimakan secukupnya tetapi biasanya merpati akan kehilangan nafsu makannya beberapa saat
Langkah 3.  Hari berikutnya jemur merpati pada pagi hari agar mendapat panas dari sinar matahari pagi.
Langkah 4. Ulangi langkah pertama yaitu dengan melihat gejala dan kondisi pada merpati lalu berikan kembali 1 buah kapsul pada 1 atau 2 minggu kemudian agar mendapat hasil yang maksimal.
            Untuk selanjutnya agar merpati tidak terkena cacingan kembali :
1.      Perhatikan kondisi kandang.
2.      Bersihkan kandang dari kotoran merpati setiap hari.
3.      Ganti air minum merpati secara rutin pagi dan sore hari.
4.      Perhatikan tempat makan merpati jangan sampai tercampur dengan kotoran merpati.
5.      Jemur merpati pada pagi hari agar mendapat sinar matahari.
Sekian artikel dari saya kali ini, semoga artikel saya kali ini dapat bermanfaat untuk temen teman semua. Untuk kemajuan blog saya ini dimohon sekiranya untuk memberi kritik dan saran serta masukannya untuk kedepannya, sekian terimakasih.